
Keluarga PAS 48 ceria selalu!!!
adik senang kakak riang!!
Coz PAS is my family...

PAS ITB…
Adalah sebuah organisasi yang kini menjadi tempatku berlabuh setelah malang melintang di di kelompok studi islam SMA negeri 33,
Sebuah keadaan yang mungkin serupa tapi tak sama dengan organisas-organisasi lain yang berlandaskan Islam,mungkin karena cakupan dakwahnya yang juga berbeda..
Saat masih di KSI 33,objek yang dihadapi adalah teman-teman sebaya yang notabene kita sudah akrab dengan mereka dan tahu kondisi mereka seperti apa saat ini,karena kita pun sama-sama sedang mengalaminya…
Tapi hal yang amat berbeda ada di PAS ITB…
Objek yang dihadapi adalah makhluk mungil yang masih sering minta digendong,tentu dengan gayanya yang polos,lucu, dan menggemaskan,yang menuntut kita untuk mengerti dunia anak yang sebenarnya sudah kita lewati…tapi memang terasa agak sulit bila kita harus kembali ke dunia kanak-kanak,secara fisik kita sudah besar..dan bagaimana kita bisa menghadapi tingkah laku mereka,misalnya apa yang harus kita lakukan bila mereka menangis,minta ini,itu, dan sebagainya…
Pelajaran untuk jadi bapak yang baik mungkin salah satunya…hehe…
Tapi ada yang lebih esensial dari itu…
PAS terbuka untuk semua perguruan tinggi di Bandung,baik itu negeri maupun swasta…maka kita dapat mengenal orang-orang dari ITB,Unpad,UPI,STAI,UNIKOM,Polban,Poltek TEDC,Unisba,dll.
Dan saat ini PAS sudah memiliki banyak alumni yang memang sudah sukses..contohnya Pak andi yudha,yang jadi GM di Mizan…
Intinya dari dunia anak banyak yang bisa kita gali…yang mungkin sangat berharga bagi hidup kita…
Karena hidup lebih berarti bila kita bisa mngartikannya…

Petikan kotak sejuta mimpi mengalun
Membawa tepian surga serasa neraka
Tak berucap jua santun katapun
Hanya nirwana dalam kidung surga
Saat asa mulai merona menjadi sebentang bait
Inginku membuka cakrawala langit durjana
Sambil berteriak dan lari terbirit-birit
Kenapa kau tidak kunjung pergi para pendusta jiwa??
ditulis saat pusing dengan reaksi kimia...
dan dengan yang lain2..
Percayalah..masih ada sawah di Dago…
Yap..mungkin pertama kali yang terbayang bila kita mendengar kata “Dago” adalah gambaran sebuah
Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa nothing is impossible in this world. Semua yang kita anggap tidak tidak mungkin bukan tidak mungkin menjadi mungkin, dan tentu kemungkinan itu pasti ada. Bila kita sedang banyak menemui masalah, percayalah…masih ada jalan terang di depan
Ditulis saat Andi Riswandi,seorang penulis amatiran, sedang menuangkan sekelumit benang kusut yang nyangkut di otaknya…

Pagi itu,cuaca mendung di Bumi Parahiyangan. Awan Cumulus Nimbus memayungi daerah Dago dan sekitarnya. Semilir angin bahkan tidak hanya bisa membuat rambut seorang wanita tergerai,bahkan rambut pohon-pohon tua pun ikut tergerai seolah tak ingin kalah untuk menjadi model iklan shampoo,
Hehe..
Hari ini, aku(biar rada puitis dikit,) berencana untuk pergi ke suatu tempat,di daerah Asia Afrika,(bukan Benua asia afrika,gile aje lo kalo gue keliling2 ntu benua2), tepatnya di kantor salah satu provider HP cabang Bandung(jangan sebutin merek). Aku sedang mengurus kerjasama antara kampusku dengan pihak provider tersebut. Kita akan mengadakan kegiatan Try Out di Bandung,bersama 9 kota lain. Udara yang dingin membuatku berinisiatif untuk memakai jaket.(ada gak ya orang yang inisiatif bawa kompor supaya anget di jalan..) Dengan perlengkapan seadanya,aku bergegas naik sedan yang diparkir di garasi kosanku. Saat aku keluar, hujan mulai turun rintik-rintik,dan nampaknya akan segera menjadi deras beberapa saat lagi. Tanpa buang waktu aku langsung menancap gas menuju Indosat.
Jalanan di bandung macet. Sama seperti di Jakarta. Lama menunggu membuatku teringat bahwa aku belum sarapan. Maka dengan sekonyong-konyong(alah..bahasa naon eta) aku berhenti di pinggir jalan,dan makan soto ayam dan nasi yang masih hangat. Dingin-dingin begini,sangat enak menyantap yang panas-panas,(kalau kata Bondan mah MAKNYUSS)…Setelah selesai makan aku mulai merasakan ada yang aneh dengan diriku. Dan benar saja, hidungku tiba-tiba saja mampet,,argh…pilek lagi,gerutuku dalam hati. Setelah membayar, aku parkir mobilku. Saat dalam mobil,kulihat ada mobil juga yang parkir di depanku dan di belakangku. Dan naasnya diriku, hidungku terasa amat gatal dan…
HATCHIH….!!! TEET…GUBRAK!!
HATCHIH….!!! TEET…GUBRAK!!
HATCHIH….!!! TEET…GUBRAK!!
Yap..saat bersin,tanpa sadar aku menginjak pedal gas,dan bisa dibayangkan,aku menabrak mobil di depanku,dan juga mobil di belakangku… dan sialnya bukannya ada orang yang menawarkanku obat flu(seperti di iklan-iklan),malah ada yang memaki-makiku dan si empunya mobil mobil yang kutabrak menagih ganti rugi kepadaku…melayanglah 3juta dalam 3x bersin..MAU?
Dan hari itu ada hikmah yang bisa kuambil dari kejadian tadi…
1. Bacalah do’a sebelum makan,karena itu akan memberkahkan apa yang masuk ke dalam tubuh kita
2. Berdoalah sebelum memulai aktivitas,karena kita tidak tahu apa yang terjadi pada kita nanti.
3. Apabila bersin,ucapkanlah hamdallh, dan yang mendengar mengucapkan yarhamukallah,dan kita membalas yahadikumullah,,(udah pada tau artinya kan? Sungguh Islam itu indah man!!)
Cerita di atas hanya fiktif belaka,apabila ada kesamaan tokoh,cerita,atau tempat, silahkan serahkan foto+kopi+KTP ANda ke kelurahan setempat..(???????)
Sekali lagi, cerita ini hanya bertujuan mengambil langkah yang inovatif dalam menyampaikan nasihat dalam kebaikan,tanpa ada maksud menyungging(eh..menyinggung) siapapun. Mohon maaf lahir batin..hehe..ga cuma lebaran doing kan kita bisa minta maaf..
Andi_akang_Riswandi
